Open Data untuk Mendukung Smart City

by newsvideo on September 2, 2016, 5:21 pm

Kota-kota di berbagai belahan dunia mulai dan sudah bertransformasi menjadi kota pintar atau smart cities. Seiring berjalannya waktu, menjadi kota pintar tak lagi cukup hanya dengan menyediakan transportasi massal yang tepat waktu atau menyiapkan early warning system di daerah rawan banjir. Kota pintar harus memiliki dan dapat memanfaatkan data untuk misalnya mengkalkulasi konsumsi dan pengunaan sumber daya, atau mengelola lalu lintas.

Kalangan pemerintahan di benua Eropa bahkan sangat serius menanggapi pemanfaatan data untuk meningkatkan kecerdasan kota. Digital Agenda for Europe yang dicanangkan oleh Komisi Uni Eropa pada tahun 2010 lalu menekankan pentingnya memiliki lebih banyak banyak data terbuka bagi Uni Eropa. Data-data tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan masyarakat dan membangun smart cities di Eropa.

Mengapa (open) data? “Smart city membutuhkan kapasitas untuk ‘merasakan’ kondisi yang ada, menginterpretasikan data untuk menemukan pola-pola, dan merespons—atau memampukan pengelola kota merespons setiap kejadian dengan tepat,” ujar Dietman Offenhuber (Assistant Professor, Northeastern University, Boston, Massachusetts), yang mengajar di jurusan art, design & public policy seperti kami kutip dari The Guardian.

Ketika jumlah open data makin banyak, kota akan makin cerdas, warga akan makin terhubung (connected). Ini pada akhirnya akan mendorong kualitas hidup yang lebih baik. Nah, beginilah cara pemerintah kota di beberapa negara memanfaatkan open data.

Amsterdam

Amsterdam memiliki program smart city bernama Amsterdam Smart City. Program ini telah menjelma sebagai sebuah platform kolaborasi antara pebisnis lokal, Pemerintah kota, dan warga Amsterdam. Ada lebih dari seratus mitra yang bergabung dalam platform tersebut.

Open data adalah salah satu bagian dari platform Amsterdam Smart City dan telah berkontribusi menjadikan ibu kota Belanda itu sebagai kota yang lebih ramah dan efisien. Contohnya, open data yang berisi informasi seputar kota Amsterdam dikolaborasikan dengan aplikasi untuk membantu kaum difabel beraktivitas di lingkungan kota. Bila mereka mengalami masalah atau tidak menggunakan rute yang biasa, petugas call center akan langsung melakukan kontak dan memberi bantuan. Contoh lain dalah City Alerts, yang akan memberi peringatan pemadam kebakaran bila ada gangguan terhadap privasi atau keamanan.

Manchester

Kota Manchester di Inggris termasuk salah satu kota yang bertekad memanfaatkan data untuk memudahkan kehidupan warganya. Inisiatif open data Pemerintah kota Manchester direalisasikan dalam bentuk situs web Data GM (datagm.org.uk). Dibangun oleh organisasi publik, Data GM memuat data tentang transportasi publik, kecelakaan di jalan raya, tempat pemberhentian bus, dan perpustakaan. Keterbukaan berbagai data tersebut diharapkan Pemerintah kota dapat mendorong warga, pelaku bisnis, dan pengembang aplikasi berinovasi untuk meningkatkan efisiensi di berbagai lini kehidupan kota Manchester.

Cukup banyak organisasi publik yang berkomitmen untuk berbagi data di situs Data GM, misalnya Manchester City Council, Association of Greater Manchester Authorities, dan Transport for Greater Manchester. Dan salah satu contoh proyek berbasis open data ini adalah hot housing heatmap yang dikembangkan oleh Trafford Intelligence and Data Lab. Berbekal informasi peta tersebut, calon pembeli properti dapat mencari kawasan atau area terbaik dan sesuai kebutuhannya.

Helsinki

Dalam satu abad terakhir ini, Helsinki rajin mendokumentasikan informasi terbaru tentang kota, warga, dan layanan yang tersedia. Dan kini, publik dapat mengakses semua informasi tersebut secara online. Pengembang kota, aplikasi, media, dan tata kota diharapkan memanfaatkan open data tersebut untuk memajukan dan membantu kota berevolusi. Kumpulan aneka jenis data itu tersimpan rapi di situs web Helsinki Region Infoshare (www.hri.com).

Contoh pemanfaatan aneka data tersebut diperlihatkan oleh aplikasi Blindsquare yang siap membantu para tunanetra beraktivitas di lingkungan ibu kota Finlandia itu. Pengembang Blindsquare memadukan data transportasi publik dengan informasi dari Foursquare. Melalui aplikasi yang sama, pengguna dapat memperoleh informasi tentang pameran yang tengah berlangsung di museum dan galeri seni.

Los Angeles

Geographic Information Systems (GIS) bukan sepenuhnya ide baru dalam topik smart city. Walikota Los Angeles, Eric Garcetti, memanfaatkan sistem berbasis GIS, GeoHub, untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan partisipasi warga Los Angeles (LA). Sebelumnya, Pemerintah kota LA juga telah mengumpulkan sekitar lima ratus map data dan membuka akses untuk data-data tersebut. GeoHub menjadi gerbang untuk mengakses semua data tersebut secara real time.

Pemerintah kota LA menggandeng Esri, perusahaan software GIS, untuk mengumpulkan map dari dari dua puluh dinas kota yang dapat diakses oleh warga kota, pebisnis, dan lembaga swadaya masyarakat.

Chicago

Tidak semua kota memberi akses luas terhadap data. Data mungkin tersedia. Namun untuk mengaksesnya, Anda harus mencarinya ke mana-mana. Alih-alih menganalisis data dengan tool yang tepat, jenis data yang sesuai kebutuhan pun terkadang sulit diidentifikasi karena terlalu kompleks.

Pemerintah kota Chicago tidak ingin penduduknya mengalami kesulitan semacam itu. Warga Chicago tidak harus melalui proses yang rumit untuk menemukan data yang tepat, sekaligus menganalisisnya.

OpenGrid, proyek open data Chicago, mengubah open data ke dalam bentuk peta. Warga dapat memvisualisasikan beraneka jenis database untuk melihat, misalnya jumlah lubang di jalan raya yang tengah mereka lewati atau lokasi rumah makan yang baru dibuka di lingkungan terdekat. Bagi warga yang ingin membuka bisnis baru, OpenGrid menyajikan visualisasi dari informasi perusahaan yang ada di kota Chicago, terutama informasi tentang bisnis apa saja yang sudah ada di lingkungan sekitar warga tersebut.

Menariknya, OpenGrid tidak hanya terbuka untuk warga Chicago. Proyek ini pun dapat dimanfaatkan oleh pemerintah kota atau organsiasi di luar Chicago. OpenGrid dikembangkan di atas platform open source sehingga siapa pun bebas mengambil kode-kode pemrogramannya.

Untuk mengembangkan OpenGrid, Pemerintah kota Chicago bekerja sama dengan sejumlah mitra, antara lain Urban Center for Computation and Data, University of Chicago dan organisasi lokal Smart Chicago Collaboartive.

 

Sumber  :  Indonesia Smart City Forum @Bandung 2 - 3 September 2016

Recent Videos